'/> Teks Lomba Pidato Tema Birul Walidain ( Rujukan Terbaik )

Info Populer 2022

Teks Lomba Pidato Tema Birul Walidain ( Rujukan Terbaik )

Teks Lomba Pidato Tema Birul Walidain ( Rujukan Terbaik )
Teks Lomba Pidato Tema Birul Walidain ( Rujukan Terbaik )
Apakah ketika ini kalian sedang mencari Teks Pidato wacana Birul Walidain? nah diartikel kali ini kami akan memperlihatkan referensinya dan contohnya. Lalu sudah taukah anda wacana '' Birul Walidain '' ? Nah untuk lebih lengkapnya berikut selengkapnya :

 nah diartikel kali ini kami akan memperlihatkan referensinya dan misalnya Teks Lomba Pidato Tema Birul Walidain ( Contoh Terbaik )

Apa Itu Birul Walidain ?

Birrul walidain ialah perilaku  berbakti kepada kedua orang tua. Birrul walidain hukumnya ialah wajib aian bagi umat islam. kewajiban birrul walidail ini menurut dari dalil naqli, baik dari hadist nabi maupun ayat Al qur'an

Birrul walidain secara bahasa artinya ialah berbakti kepada kedua orang tua. aturan erbakti kepada kedua orang bau tanah ialah wajib 'ain ( kewajiban yang dibebenakan kepada setiap mukallaf). Makara apabila kita tergolong kedalam orang mukallaf ( islam, baligh dan berakal).

Berbakti kepada kedua orang bau tanah hukumnya wajib. Terdapat beberapa dalil naqli yang menjelaskan wacana kewajiban berbakti kepada kedua orang tua, baik itu dari ayat Al qur'an maupun hadist nabi muhammad. Ayat Al qur'an yang menceritakan wacana kewajiban berbakti dan menghormati kedua orang bau tanah ialah surah An nisa ayat 36, surah luqman ayat 13, surah al baqarah ayat 83dan surah Al isra ayat 23



Pembahasan

Surah An nisa ayat 36 :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya

Sembahlah Allah dan janganlah kau mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat oke kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, bawah umur yatim, orang-orang miskin, tetangga yang bersahabat dan tetangga yang jauh, dan sahabat sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

Kandungan ayat

Keajiban menyembah Allah
Larangan menyembah selain Allah
Kewajiban berbuat baik kepada kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, bawah umur yatim, orang-orang miskin, tetangga yang bersahabat dan tetangga yang jauh, dan sahabat sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya

Larangan mempunyai sifat sombong  

Luqman ayat 13
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kau mempersekutukan Allah, gotong royong mempersekutukan (Allah) ialah benar-benar kezaliman yang besar".

Isi kandungan ayat

Orang bau tanah harus memperlihatkan pendidikan aqidah kepada anaknya
Orang bau tanah harus mengajarkan anaknya untuk tidak menyekutukan Allah
Perbuatan menyekutukan Allah merupakan perbuatan yang sangat dhalim

Surah Al baqarah ayat 83
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ

Artinya

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil kesepakatan dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kau menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, bawah umur yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kau tidak memenuhi kesepakatan itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kau selalu berpaling.

Isi kandungan ayat

Larangan menyembah selain kepada Allah
Perintah berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, fakir miskin
Berbicara dengan sopan kepada sesama manusia
Perintah melaksakaan shalat
perintah membayar zakat

surah Al isra ayat 23

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kau jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kau berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya hingga berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kau menyampaikan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kau membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Kandungan Ayat

Perintah hanya menyembah kepada Allah S.W.T
Tidak sembahan selain kepada Allah
Kita wajib berbuat baik kepada orang tua.
Haram berkata hal yang menyakitkan hati kedua orang bau tanah walaupun itu hanya kata 'ah"
Allah melarang kita membentak kedua orang tua
Ketika berbicara dengan orang bau tanah harus menggunakan perkataan yang lembut dan baik
Ayat  ini juga sebagai dalil wajib berbakti kepada orang tua

Berikut Teks Lomba Pidato Tema Birul Walidain ( Contoh Terbaik ) :


( Contoh 1 )

Naskah Pidato Berbakti Kepada Orang Tua Birul Walidain


Berikut ini Naskah Pidato Berbakti Kepada Orang Tua Birul Walidain, yang sanggup dipakai sebagai pola untuk mengikuti lomba pidato di sekolah atau di forum tertentu atau di masyarakat.

Assalamualaikum Wr. Wb. Bismillah. Alhamdulillah, Alhamdulillahirobbil alamin, walakibatullilmutaqin, wala udwana ila ala dholimin, amaba’du.

Yang saya hormati, Bapak Ibu dewan juri. Rekan-rekan penerima lomba pidato yang berbahagia, dan hadirin sekalian yang saya hormati. Pada kesempatan ini saya akan memberikan pidato yang berjudul Berbakti Kepada Orang Tua atau Birul Walidain.

Ketika nabi Allah Ibrohim AS tidak diberikan keturunan oleh Allah selama berpuluh-puluh tahun. Ketika itu nabi Allah Ibrohim berdo’a, bermunajad, meminta kepada Allah. Apa do’anya Nabi Ibrohim? Ada yang tau nggak teman? Ada yang tau nggak?

Nabi Ibrohim tidak meminta kepada Allah anak yang pinter, tidak. Nabi Ibrohim tidak meminta kepada Allah anak yang kaya, tidak. Nabi Ibrohim tidak meminta kepada Allah anak yang ganteng, kaya dia, tidak. Tapia pa do’a nya Nabi Allah Ibrohim?

Robbi habli minassolihiin (Allah). Ya Allah, berikanlah kepadaku keturunan-keturunan yang soleh dan so..... Sebab kenapa Nabi Ibrohim meminta kepada Allah anak soleh dan solehah, sebab, orang kalau soleh insyaAllah pinter, orang pinter belum tentu ...

Kalau anak yang soleh dia yakin dan sadar, dia lahir dari perut ibunya, di kandungan selama 9 bulan ibunya mengandung. Ibu juga pas waktu ngandung kan beratnya masa Allah ya bu? Ada yang 9 bulan, ada yang 14 bulan, pas ketika lahir sudah kumisan. Belum lagi, pas ketika ibu nyidam, ya bu?
Nyidam ada yang kepengin megang kepala kereta.

Ini usaha seorang ibu, melahirkan anaknya, tergantung kita sebagai anak. Apa yang bias kita berikan untuk kedua orang bau tanah kita? Kita selalu berdo’a meminta kepada Allah, Ya Allah, ampunilah saya dan kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku semenjak kecil.

Perjuangan orang bau tanah amat sangat luar biasa teman, SubhanAllah. Ibu kita, Subhanallah walaupun kepalanya dijadikan kaki, kakinya dijadikan kepala, demi untuk kesuksesan anaknya, kemudian apa yang sanggup kita berikan untuk kedua orang bau tanah kita? Makara anak yang so..., yang soleh.

“Ida matabnu adama inkoto'a amaluh ila min salasin: Sodaqotin jariatin, au ilmiyun tafa'u bih, auwaladin solih yad' ulah”

Salah satunya ialah anak yang soleh yang selalu mendo’akan kedua orang tuanya. Anak yang soleh dia sadar, dia selalu mendo’akan kedua orang tuanya, Bagaimana kalau kedua orang bau tanah saya sudah tiada? Do’akan, kalau masih ada? Yuk kita bantu dengan tenaga kita! Insya ...

Kita cari ridho nya orang tua, kita cari keberkahan dari orang tua, karena kenapa? Ridhollah bi ridhol walidain, wa sukhtullah bi sukhtil ... walidain. Ridho nya Allah bergantung terhadap ridho nya orang bau tanah dan murkanya Allah tergantung terhadap murkanya orang ... kalau orang bau tanah kita sudah ridho, insya Allah, Allah pun ridho.

Ini kita jadi anak walaupun kita sudah rajin ibadah, hajinya bolak-balik ke Mekah, tangannya sudah dicium oleh masyarakat, akan tetapi kalau dia durhaka kepada kedua orang tua, seluruh amal ibadahnya ditolak mentah-mentah oleh Allah Subhanahuwataala.

Mudah-mudahan, kita semuanya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, amiin ya robbal alamiin, dan kita bias membahagiakan kedua orang bau tanah kita kelak.

Hanya ini yang sanggup saya sampaikan, kurang dan lebihnya, al fakir, mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya, akhirul kalam wabilahi taufik wal hidayah,

wassalamualaikum Wr. Wb.

-------------------------------------------------------------------------


( CONTOH 2 )

Contoh Teks Naskah Pidato "BIRUL WALIDAIN"

Assalamu’alaikum warokhmatullahi wabarokatuh

حَمْدًاواسُكْرًاللهْ.الَصَّل ةُوَسَلَمُ عَلى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِاللهِ
وَعلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَلاَهْ, اما بعد
BIRUL WALIDAIN

Dewan juri yang kami hormati, serta sahabat temanku yang dirahmati Allas swt.

 Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan KaruniaNya. Sehingga hingga ketika ini kita masih didalam lindunganNya Amin yarobal alamin. Sholawat maas salam Tak lupa kita sanjungkan kepada baginda Nabi Agung Muhammad saw. yang telah membawa kita dari zaman jahiliah menuju zaman yang terang benderang ibarat ketika ini.

 Teman-temanku maukah kalian masuk surga, Hayo mau tidak ? Jika mau begini caranya, peluk dan ciumlah kedua tangan orang bau tanah kita, seraya mengucapkan Assalamualaikum ya Abi, ya Umi salam indah kupersembahkan dari Allah yang Maha penyayang, salam indah kupersembahkan untuk Abi dan Umi.

Teman temanku memberi salam dan doa merupaka sopan santun yang paling baik kepada orang bau tanah kita. Membahagiakan kedua orang bau tanah ialah salah satu cara untuk mendapat ridhoNya. Nah, menghormati kedua orang bau tanah begitu banyak caranya diantaranya dengan menaati apa yang dia perintahkan yang sejalan dengan anutan agama kita. Apabila dia memerintahkan untuk belajar, sekolah atau mengaji kita tidak boleh menolaknya. Apabila hendak pergi kita harus ingat untuk bersalaman, leres mboten  Pak……Bu…..

 Hadirin…..oh hadirin

Birul wlidain mempunyai banyak keutamaan diantaranya
Ahabull amali lilahi taala (amal yang paling dicintai disisi Allah SWT)
Laisa jaza amin ila waladin ila walidih (bakti kepada kedua orang bau tanah bukanlah merupakan   suatu balas budi)
Al-Ummu hiya’ dzakku suhbah (prioritas untuk mendapat perlakuan lebih bersahabat dari kedua orang bau tanah ialah ibu)

Seperti syair lagu yang saya dendangkan

“Dari kecil saya disayangi ibu
   Sudah besar saya harus sayang ibu
   Cinta ibu selamanya abadi tiada duanya
   Hai insan gotong royong kau celaka
   Bila pada ibumu engkau durhaka
   Ridho ibu Ridho Allah
   Murka ibu marah Allah
   Cinta ibu selamanya abadi tiada duanya”

Lalu bila kedua orang bau tanah kita pergi menghadap Allah SWT apakah kita masih sanggup berbakti kepada dia ? Pada suatu hari ada salah satu sahabat Rasulullah yang bertanya “ Ya Rasulullah apakah kita masih sanggup berbakti kepada kedua orang bau tanah yang telah meninggal ? ’’ Rasul menjawab ada tiga hal yang harus dijalankan kepada seorang anak semoga sanggup berbakti kepada kedua orang bau tanah yang telah meninggal
1.)  Assolatu alahima yang artinya mendoakan keduanya
2.) Walistighfaru lahuma yang artinya memohonkan maafkan keduanya
3.) Waingfadu adihima yang artinya melakukan janji-janjinya

Untuk itu marilah kita berbakti kepada kedua orang bau tanah kita dan sayangilah mereka.

Mother love there is daughter
Even if they so it pourli

Gunung tinggi kanku daki
Laut luas kanku sebrangi
Anak soleh selalu berjanji
Agar menjadi anak yang berbakti

 Demikian yang sanggup saya sampaikan
Mohon maaf atas segala kekurangan

Undur manqola wala
tandur mangqola


Akhirul kalam

wassalamu’alaikum warokhmatullahi wabarokatuh

-------------------------------------------------------------------------



( CONTOH 3 )

Birrul-Walidain: Pidato anak SD


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

حمداً لله، وصلاةً وسلاماً على نبيه وآله وصحبه ومن والاه، وعلى كل من اهتدى بهداه. أما بعد

Hamdal-lillaah, wa shalaatan wa salaaman ‘alaa nabiyyihi wa aalihi wa shahbihi wa man waalah, wa ‘alaa kulli manih-tadaa bihudaah. Amma ba’du.

Bapak-bapak, ibu-ibu, dan teman-teman sekalian, pada kesempatan kali ini saya akan mencoba memberikan salah satu hal yang menjadi kewajiban kita semua. Yaitu berbakti kepada orang tua.
Berbakti kepada orang bau tanah merupakan kewajiban setiap muslim dan muslimah, mulai bawah umur hingga orang dewasa. Kewajiban itu telah Allah perintahkan sebagaimana firman-Nya dalam Kitabullah yang mulia :

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Wa’-budullaaha walaa tusyrikuu bihii syaia, wa bil-waalidaini ihsaanaw-wa dzil qurbaa wal-yataamaa wal-masaakiini wal-jaari dzil qurbaa wal-jaaril-junubi wash-shaahibi bil-janbi wab-nis-sabiili wamaa malakat aimaanukum.

“Sembahlah Allah dan janganlah kau mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat oke kepada dua orang ibu bapak, karib-kerabat, bawah umur yatim, orang-orang miskin, tetangga yang bersahabat dan tetangga yang jauh, sahabat sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu” [QS. An-Nisaa ayat 36].

Kita diwajibkan menghormati mereka, tidak menyusahkan mereka, serta tidak melawan mereka. Bahkan,….kita diharamkan untuk berkata “ah” kepada orang bau tanah apabila diperintah mengerjakan sesuatu. Allah telah berfirman dalam QS. Al-Israa ayat 23 yang bunyinya :

فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا

Falaa taqul-lahumaa uffin walaa tanhar humaa wa qul-lahumaa qaulan-kariima
“Maka sekali-kali janganlah kau menyampaikan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kau membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia”.

Bapak-bapak, ibu-ibu, dan teman-teman sekalian sanggup memperhatikan ayat yang telah saya bacakan barusan. Jika perkataan “ah” saja tidak diperbolehkan, maka bagaimana halnya bila kita menyampaikan kata-kata berangasan terhadap ibu dan bapak kita ? Atau bahkan memukul mereka ? Kita tidak boleh mencontoh sikap orang-orang kafir yang sering muncul di tivi-tivi dan di majalah-majalah yang menyebutkan kedurhakaan mereka terhadap orang tua.

Islam ialah agama yang mulia yang mengajarkan sopan-santun terhadap orang tua. Ada banyak hal yang sanggup kita lakukan sebagai bentuk pengamalan kita berbakti kepada orang tua. Diantaranya ialah :

1. Menuruti perintah orang tua. Tidak boleh membangkang dan tidak boleh bandel. Kalau kita diperintah untuk shalat, cepat-cepat kita mengerjakan shalat. Kalau kita diperintah untuk belajar, ya cepat-cepat belajar.

2. Membantu pekerjaan orang bau tanah di rumah. Misalnya : kalau kita melihat lantai rumah belum disapu, lekas saja kita sapu. Apabila berdiri tidur, jangan pribadi pergi kel luar kamar sebelum membereskan daerah tidur. Kita tidak boleh merepotkan ibu dan bapak kita. Kita harus membantu mereka sebisa kita.

3. Berkata dengan baik dan sopan. Bagi teman-teman yang biasa menggunakan bahasa Jawa, jangan menggunakan bahasa Ngoko. Tapi pakailah bahasa kromo inggil.

4. Belajar yang rajin semoga menjadi anak yang pinter. Orang bau tanah kita niscaya senang bila melihat kita menjadi anak yang rajin dan pintar. Membuat senang orang bau tanah juga merupakan perbuatan berbakti kepada orang tua.

5. Ini yang tidak kalah penting : Beribadah yang rajin dan selalu mendoakan mereka. Teman-teman hafal tidak doa yang diajarkan ibu guru kita di sekolah ? Itu lho :
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
Rabbanagh-firlii wa liwaalidayya wa lil-mukminiina yauma yaquumul-hisaab
“Ya Rabb kami, berikanlah ampunan kepadaku dan kedua orang tuaku serta sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (diambil dari QS. Ibrahim : 41).

6. Dan yang lainnya……

Masih banyak hal lain yang sanggup kita lakukan untuk berbakti kepada kedua orang bau tanah kita.
Apabila teman-teman bertanya kepada saya : “Mengapa kita harus berbakti kepada orang bau tanah ?”. Kata pak ustadz, kita harus berbakti kepada orang bau tanah karena Allah dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan demikian dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Selain itu, melalui perantaraan orang tualah kita dilahirkan ke dunia ini.

Orang bau tanah kita lah yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang sewaktu kita masih bayi, hingga kita sanggup bersekolah ketika ini. Orang bau tanah lah yang mendidik, membiayai, dan mencukupi semua kebutuhan kita tanpa pamrih. Orang bau tanah kita sangat merasa murung ketika kita sakit. Kita dibawa ke dokter, disuntik, semoga kita sanggup sehat kembali dan sanggup bermain dengan teman-teman. Kita berbakti kepada orang bau tanah dalam rangka berinfak shalih mencari pahala dan keridlaan Allah di dunia.

Pak ustadz juga bilang, kita tidak boleh durhaka kepada orang bau tanah kita, lebih-lebih pada ibu kandung kita. Haram hukumnya. Ibu lah yang telah mengandung kita, membawa kita kemanapun ibu kita pergi. Ibu kita telah mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan kita di bu bidan. O, iya,….saya ingat perkataan pak ustadz bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh salah seorang shahabat : “Wahai Rasulullah, kepada siapakah saya harus berbakti pertama kali ?”. Rasulullah menjawab : “Ibumu”. Orang tersebut mengulang hingga tiga kali. Rasulullah memberi balasan yang sama : “Ibumu”. Baru kemudian dia menjawab : “Bapakmu”.

Makanya teman-teman,…..jangan nakal ya sama ibu kita.
Bapak-bapak, ibu-ibu, dan teman-teman yang saya cintai,….kiranya apa yang saya sampaikan wacana Berbakti kepada Orang Tua saya cukupkan hingga di sini. Sebagai penutup, akan saya sampaikan sebuah hadits dimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الْوَالِدِ وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ
Ridlar-rabbi fii ridlal-waalidi, wa sukhthur-rabbi fii sukhthil-waalidi
“Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua, dan marah Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua”.

Wa shallallaahu wa sallama ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wal-hamdulillaahi rabbil-‘aalamiin. Wassalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

----------------------------------------------------------------------------



( CONTOH 4 )

Naskah Pidato " Berbakti Kepada Kedua Orang Tua "

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Hamdan Wa Syukron Lillah.Sholaatan wa Salaman 'ala Rosulillah..amma ba'du...

Yang terhormat segenap dewan juri
Yang saya hormati bapak Ibu Guru yang hadir pada program ini
Hadirin Hadirat yang berbahagia
Serta sahabat - sahabat seperjuangan yang saya banggakan...
Perkenankan nama saya..............dari.......... Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan pidato dengan tema Berbakti Kepada kedua Orang Tua atau Birrul walidain...

Hadirin semua yang dirahmati Allah...
Marilah kita senantiasa panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat sehingga pada kesempatan pagi haari ini kita sanggup berkumpul dalam satu majlis dengan keadaan sehat waal afiat.

Tak lupa sholawat serta salam juga tetap tercurahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW, salah  satu Nabi pemimpin umat yang akan sanggup memberi Syaf'aat kepada umatnya yang taat, tidak pandang rakyat atau pejabat. Semoga kelak kita termasuk umat yang mendapat Syafaat Nya. Amin ya robbal alamin..........

Hadirin semua yang dirahmati Allah.....
Kita sebagai makhluk Allah yang paling sempurna, sudah menjadi kewajiban setiap insan untuk menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya. Selain itu kita harus selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepada kita.

Kemudian islam juga mengajarkan kepada kita untuk menyayangi, mengasihi dan menghormati sesama manusia. Agar sanggup terjalin kerukunan hidup antara satu dengan yang lainnya. Namun kenyataannya kini ini banyak kita jumpai generasi muda yang sudah tidak lagi menghormati sesama saudaranya terutama kepada kedua orang tua. Mereka tidak mau menghormati, mencintai dan mengasihi lagi.

Apalagi bila orang bau tanah tidak mempunyai harta kekayaan yang banyak, maka anaknya tidak lagi hormat bahkan menyia-nyiakannya. Karena mereka merasa sudah sanggup cari uang sendiri tanpa proteksi kedua orangtuanya, Kadang - kadang mereka memperlakukan orangtuanya ibarat pembantu. Dan adapula yang menitipkannya di panti jumpo.

Selain itu bahkan kini ini banyak kita jumpai juga seorang anak yang tega menyakiti orang tuanya hingga membunuhnya hanya karena duduk perkara yang sepele. Na'udzu billahi min dzalik....

Barangkali mereka telah lupa bahwa oang tuanyalah yang telah melahirkan dengan taruan nyawa, menyussuinya, menyuapinya, melindungi dari panas hambar dan mengasihinya dengan tulus ikhlas. Oleh karena itu kita wajib membalasnya dengan cara menyayangi, menghormati, mematuhi serta merawatnya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al isra ayat 23  yang pada dasarnya kita dihentikan menyekutukan Allah dan tidak diperbolehkan berkata berangasan kepada kedua orang tua.


Kemudian pada suatu hari Rosulullah di datangi oleh seorang laki - laki dengan bertanya :

Ya...Rosulullah adakah yang masih sanggup saya lakukan untuk berbakti kepada orang bau tanah saya yang sudah meninggal ?
Rosulullah kemudian menjawab :
Ada,

yaitu :

dengan cara mendoakannya
memintakan ampun kepada Allah
memenuhi kesepakatan mereka berdua
menyambung sanak saudaranya
Hadirin semua yang dirahmati Allah...
Marilah bersama-sama kita berdoa untuk kedua orang bau tanah kita

 " Bissmillahirrohmanirrohim....
Allahummaghfirli waliwa lidayya warkham humma kama robbayaani shoghiiro...."

Hadirin semua yang dirahmati Allah....
Demikianlah yang sanggup saya sampaikan, gampang - mudahan bermanfaat bagi kita dan bila ada kekeliruan kami mohon maaf yang sebesar - besarnya.

Akhirul kalam....
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh...

------------------------------------------------------------------------------



( CONTOH 5 )

Ceramah singkat wacana Birrul Walidain (Berbakti kepada orang tua)

Assalamualaikum Wr.Wb

Puji Syukur Kita Panjatkan Kehadirat Allah SWT Yg Telah Memberikan Kita Beribu – Ribu Nikmat Terutama Nikmat Iman , Islam , & Sehat Wal’afiat Sehingga Kita Dapat Berkumpul Di Tempat Yg Insya allah Di Muliakan Oleh Allah

Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini sebagai rahmatan lil alamiin, yang telah menggempur kesesatan dan mengibarkan panji-panji kebenaran, serta memperjuangkan islam hingga hingga kepada kita


Berdirinya Saya Disini Ingin Memberikan Sedikit Ilmu Saya Tentang Berbakti Kepada Orang Tua Berbakti Kepada Orang Tua Itu Wajib Karena Orang Tua Telah Mengasuh & Mendidik Kita Sampai Sekarang Ini Seperti Yg Sudah Di Jelaskan Di Dalam Surat Al Isra Ayat 23 Yg Artinya “Dan  hendaklah kau berbuat baik  pada ibu bapakmu dengan sebaik – baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua – duanya hingga berumur lanjut dalam pemliharaanmu, maka sekali – kali janganlah kau menyampaikan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kau membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”

Begitulah Quran menggambarkan wacana bagaimana insan harus berbuat baik kepada kedua orang tua. Karena memang sudah sepantasnya dan seharusnya bagi seorang anak untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, yang demikian itu karena betapa besar jasa keduanya kepada sang anak.

Alqur’an juga menyinggung bagaimana pengorbanan orang bau tanah terhadap anaknya ketika sang anak masih dalam kandungan. Betapa susah dan payahnya sang ibu dalam menjaga kandungannya semoga sang anak terlahir dengan sehat dan sempurna.

Bagaimana  sakitnya derita yang di tanggung sang ibu ketika menanti detik – detik kelahiran, dia berjuang sekuat tenaga antara hidup dan mati demi si mungil pujaan hati. Dan seberapa banyak keringat yang di keluarkan sang ayah dalam mencari nafkah untuk membahagiakan sang anak yang nantinya akan menjadi pelita ke hidupan mareka, kata – kata lelah tidak pernah terucap dari bibir sang ayah tatkala melihat senyum senang dari bibir mungil Si Penyejuk Mata.

Maka dengan tegas Allah memerintahkan dalam al qur’an Surah Al luqman ayat 14  Firmannya.

“Dan kami perintahkan kepada manusia  ( berbuat baik ) kepada dua orang ibu bapanya ; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah – tambah dan menyapihnya dalam dua tahun ., bersyukurlah kepada –Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada –Kulah kembalimu”

Al qur’an ialah kitab pegangan umat Islam yang sangat sempurna, semua hal-hal yang berafiliasi dengan kehidupan ini telah tercantum dalam kitab yang mulia itu, dan tak terkecuali wacana hakul awlad ‘alal walid dan hakul walid ‘alal awlad (hak anak terhadap orang bau tanah dan hak orang bau tanah terhadap anak).

Demikianlah  Kultum Dari Saya

Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

Jika Ada Kesalahan Kata Saya Minta Maaf

Wassalamualaikum Wr.Wb
Advertisement

Iklan Sidebar